Berita-24today.co.id || JEMBRANA, 22 September 2026 — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali melalui PMI Kabupaten Jembrana terus memperkuat respon kemanusiaan menghadapi dampak kekeringan di sejumlah wilayah Bali. Salah satu yang dilakukan yakni distribusi 5.000 liter air bersih kepada masyarakat di Br. Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (22/9/2026).
Berkolaborasi dengan PDAM Tirta Amerta Jati, distribusi air bersih dilakukan pada siang hingga sore hari yang diperuntukkan bagi 35 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 140 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari total penerima manfaat tersebut, tercatat 83 jiwa laki-laki dan 57 jiwa perempuan. Berdasarkan kelompok usia, penerima manfaat terdiri atas 14 anak berusia di bawah 5 tahun, 25 anak usia 5–12 tahun, 36 remaja usia 13–17 tahun, 59 orang usia 18–59 tahun, serta 6 lansia berusia di atas 59 tahun. PMI juga mencatat adanya kelompok rentan yang turut menerima manfaat, yakni 6 lansia, 1 penyandang disabilitas, dan 25 anak-anak.
Sebanyak empat personel PMI Kabupaten Jembrana terlibat dalam pelayanan ini, diantaranya I Wayan Wikrama Wardana selaku Kepala Markas, I Putu Artawan selaku Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan, Penanggulangan Bencana dan Logistik, A.A. Ngr. Kt. Samahita Sadhaka selaku Staf Pelayanan Kesehatan dan Ambulans, serta Arvian April Ardinata selaku Staf Penanggulangan Bencana.
Distribusi ini menjadi salah satu bentuk pelayanan PMI untuk memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih.
Berdasarkan Dashboard Respon Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino PMI Provinsi Bali yang diperbarui pada 22 September 2026, secara keseluruhan PMI Provinsi Bali telah menyalurkan 575.000 liter air bersih melalui 98 kali layanan, menjangkau 33.743 jiwa di 3 Kabupaten/Kota, 8 kecamatan, dan 12 Desa/Kelurahan. Dalam keseluruhan respon tersebut, PMI telah memobilisasi sebanyak 278 personel.
Selain distribusi air, PMI Provinsi Bali juga menjalankan layanan promosi kesehatan sebagai bagian dari respon terhadap dampak kekeringan. Hingga periode yang sama, tercatat sebanyak 33 layanan promosi kesehatan dengan 6.217 penerima manfaat dan 147 mobilisasi personel.
Melalui respon yang dilakukan secara berkelanjutan, PMI Provinsi Bali bersama PMI Kabupaten Jembrana terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan.
PMI Provinsi Bali terus bergerak memastikan bantuan kemanusiaan hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, dari pemenuhan kebutuhan air bersih hingga penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak. (nes/PMIBali)












