GARUT HEBAT KATANYA, HEBAT SAMPAHNYA!
Berita-24today.co.id || GARUT — Slogan “Garut Hebat” semestinya tidak berhenti menjadi pemanis pidato, jargon publikasi, atau sekadar rangkaian kata dalam agenda pemerintahan. Predikat hebat harus dibuktikan melalui pelayanan publik yang nyata, lingkungan yang terawat, serta kemampuan pemerintah menjawab persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat.
Namun, persoalan persampahan di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan dan menuntut jawaban serius dari pemerintah daerah. Sampah bukan persoalan sepele yang bisa diselesaikan dengan imbauan kebersihan atau kegiatan seremonial sesaat. Sampah adalah persoalan tata kelola, perencanaan, pengawasan, infrastruktur, dan keberpihakan terhadap kualitas hidup masyarakat.
Kalau Garut benar-benar hebat, mengapa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang terus menuntut perhatian?
Jangan sampai masyarakat justru mengenal “Garut Hebat” melalui ironi yang menyakitkan: slogan pembangunan terdengar megah, tetapi urusan kebersihan lingkungan belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Pemerintah Kabupaten Garut tidak cukup hanya mengajak masyarakat menjaga kebersihan. Pemerintah harus terlebih dahulu memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan dengan baik, mulai dari pengangkutan, pengolahan, ketersediaan fasilitas, pengawasan tempat pembuangan, hingga penegakan aturan terhadap pelanggaran.
Masyarakat memang memiliki tanggung jawab untuk tidak membuang sampah sembarangan. Namun, tanggung jawab warga tidak boleh dijadikan alasan untuk menutupi kelemahan sistem pelayanan publik. Edukasi harus berjalan beriringan dengan fasilitas yang memadai, pelayanan yang konsisten, dan kebijakan yang terukur.
KAMMI Garut mendesak Pemerintah Kabupaten Garut untuk berhenti menjadikan persoalan sampah sebagai urusan rutin yang hanya ramai dibicarakan ketika muncul keluhan. Persoalan ini harus dijawab dengan langkah konkret, bukan sekadar janji dan slogan.
Kami menuntut:
1. Evaluasi terbuka terhadap kinerja pengelolaan persampahan, termasuk efektivitas pengangkutan dan pengolahan sampah.
2. Transparansi anggaran dan belanja pemerintah memberikan hasil nyata.
3. Peta jalan penanganan sampah yang terukur, lengkap dengan target, jadwal pelaksanaan, serta indikator keberhasilan yang dapat dipantau publik.
4. Perbaikan pelayanan kebersihan secara merata, agar penanganan sampah tidak hanya berpusat pada kawasan tertentu.
5. Pelibatan masyarakat dan pengawasan publik, sehingga penanganan sampah menjadi agenda bersama yang memiliki kejelasan tanggung jawab.
Kami mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak diukur dari seberapa sering slogan digaungkan, melainkan dari seberapa nyata persoalan masyarakat diselesaikan.
Jangan sampai Garut Hebat hanya hebat dalam narasi, tetapi tersendat dalam urusan yang paling dekat dengan kehidupan warga. Kebersihan lingkungan bukan kemewahan, melainkan hak masyarakat dan kewajiban tata kelola pemerintahan yang harus dipenuhi.
Garut tidak membutuhkan slogan yang semakin lantang. Garut membutuhkan pengelolaan sampah yang benar-benar berjalan.
Garut Hebat katanya. Jangan sampai yang benar-benar hebat justru tumpukan sampahnya.
KAMMI GARUT
Bergerak, Mengkritik, dan Mengawal Kepentingan Rakyat (*)













