Berita-24today.co.id || GARUT – Turnamen Bola Voli KOK Cup 1 Sekecamatan Cisurupan Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung sejak 31 Juli hingga 4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Camat Cisurupan Mamun, sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga dan penjaringan atlet bola voli di wilayah Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Turnamen yang diselenggarakan oleh Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cisurupan tersebut diikuti puluhan tim dari berbagai wilayah di Kecamatan Cisurupan. Tercatat sebanyak 52 tim putra dan 20 tim putri ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung cukup panjang.
Ketua KOK Cisurupan, Hidayat, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa KOK Cup 1 tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi atlet bola voli lokal.
Pelaksanaan turnamen sempat mengalami penundaan selama kurang lebih satu minggu karena adanya agenda Liga Desa Piala Bupati Cup, sehingga jadwal pertandingan harus disesuaikan dengan kegiatan olahraga lainnya.
Dalam sambutannya saat penutupan, Camat Cisurupan Mamun mengapresiasi terselenggaranya KOK Cup 1 yang dinilai memberikan ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga bola voli.
Menurut Mamun, kegiatan tersebut memiliki sejumlah manfaat, mulai dari pembinaan atlet, penjaringan pemain potensial hingga menjadi sarana menguji kemampuan para pemain bola voli di tingkat kecamatan.
«“Turnamen ini bukan hanya tentang pertandingan dan mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan masyarakat melalui olahraga. Dari kegiatan seperti ini kita dapat melihat potensi dan kemampuan atlet-atlet bola voli yang ada di wilayah Kecamatan Cisurupan,” ujar Mamun.»
Ia menambahkan, KOK Cup 1 juga menjadi salah satu sarana penjaringan atlet untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab). Para pemain yang menunjukkan kemampuan dan potensi selama kompetisi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembinaan atlet Kecamatan Cisurupan.
Selain aspek prestasi, Mamun menilai kegiatan olahraga seperti ini memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Pertandingan menjadi sarana rekreasi dan hiburan bagi warga, sekaligus membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan tambahan aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung.
“Ketika kegiatan olahraga berlangsung, masyarakat juga mendapatkan hiburan, sementara pelaku UMKM bisa ikut merasakan manfaat ekonominya. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan,” katanya.
Mamun berharap penyelenggaraan KOK Cup dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dengan konsep yang semakin baik, sehingga pembinaan olahraga di tingkat kecamatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua KOK Cisurupan Hidayat, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan KOK Cup 1 menjadi pengalaman penting bagi pihak penyelenggara dalam membangun kompetisi bola voli yang melibatkan klub-klub dan masyarakat di wilayah Kecamatan Cisurupan.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 72 tim, terdiri dari 52 tim putra dan 20 tim putri, turnamen tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola voli.
Sementara untuk juara Voli KOK Cup 1 Sekecamatan Cisurupan : Juara Satu Putra / Putri Satu ekor Domba, Juara dia Putra / Putri Uang Pembinaan Rp 1,500,000, Juara Tiga Putra/Putri uang pembinaan Rp 7,50,000.
KOK berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun mendatang dengan persiapan yang lebih matang, sekaligus menjadi agenda pembinaan dan kompetisi olahraga yang berkesinambungan di Kecamatan Cisurupan.
Penutupan KOK Cup 1 menjadi momentum untuk mengevaluasi penyelenggaraan sekaligus mempersiapkan program pembinaan berikutnya, khususnya dalam menghadirkan atlet-atlet bola voli potensial yang dapat membawa nama Kecamatan Cisurupan pada ajang olahraga tingkat Kabupaten Garut.(Rus)













