Berita-24today.co.id || Jakarta, Humas MA, Kamis, 01/10/2026, Kesempatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan-gagasan segar yang mampu memperkaya khazanah hukum dan mendorong pembaruan sistem peradilan di Indonesia.
Jurnal ilmiah resmi Mahkamah Agung JUDICIA SUPREMA kembali membuka pintu bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi hukum untuk berkontribusi dalam dunia literasi hukum. Lembaga ini secara resmi mengundang para pemikir dan pegiat hukum untuk mengirimkan artikel ilmiah yang relevan dengan perkembangan peradilan dan pembaruan hukum di Indonesia.
Pembukaan penerimaan artikel tersebut merupakan bagian dari komitmen JUDICIA SUPREMA untuk memperkuat ruang diskursus intelektual yang mempertemukan pengembangan teori hukum dengan kebutuhan praktik peradilan. Melalui publikasi ilmiah yang berkualitas, jurnal ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan aktual dalam sistem peradilan nasional.
Para penulis dapat mengangkat isu dari beragam pendekatan, baik normatif, empiris, maupun komparatif. Artikel yang diajukan diharapkan tidak hanya menawarkan analisis akademik yang mendalam, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembaruan hukum dan peningkatan kualitas penyelenggaraan peradilan.
Dalam call for papers kali ini, JUDICIA SUPREMA menetapkan enam ruang lingkup utama antara lain:
Pertama, Putusan dan Penalaran Hakim, yang mencakup perkembangan hukum melalui putusan, preseden, serta interpretasi hukum yang dilakukan oleh hakim.
Kedua, Hukum Acara dan Keadilan Prosedural, yang menyoroti aspek pembuktian, due process, dan pembaruan hukum acara.
Ketiga, Tata Kelola dan Administrasi Peradilan, yang membahas isu akuntabilitas, etika, integritas, serta kualitas layanan peradilan.
Keempat, Inovasi dan Transformasi Digital Peradilan, termasuk di dalamnya penerapan e-Court, e-Litigation, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan teknologi hukum lainnya.
Kelima, Akses terhadap Keadilan dan Reformasi Peradilan, sebuah topik yang selalu relevan dalam upaya mewujudkan keadilan yang inklusif.
Keenam, Kajian Peradilan Komparatif dan Empiris, yang mencakup perbandingan sistem peradilan antarnegara serta penelitian empiris mengenai lembaga peradilan.
Untuk menjaga mutu dan integritas publikasi, JUDICIA SUPREMA menetapkan sejumlah persyaratan bagi setiap penulis. Naskah yang diajukan wajib merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan dalam media atau jurnal lain, serta tidak sedang dalam proses penilaian pada penerbitan lain.
Artikel juga harus disusun dalam bahasa Inggris dan mengikuti ketentuan teknis sebagaimana tercantum dalam Author Guidelines JUDICIA SUPREMA. Penulis wajib menggunakan template resmi jurnal agar struktur, sitasi, format, dan standar penulisan memenuhi ketentuan editorial yang berlaku.
Informasi lebih lengkap mengenai pedoman penulisan dan template dapat diakses langsung melalui laman Author Guidelines yang tersedia. Kesempatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan-gagasan segar yang mampu memperkaya khazanah hukum dan mendorong pembaruan sistem peradilan di Indonesia.
Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews
- Sumber : Fahri Gunawan Siagian / Humas MA
- Editor : S Erfan Nurali













