Berita-24today.co.id || JAKARTA TIMUR – Aksi komplotan pencurian dengan kekerasan yang menyasar warga pada dini hari di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, berhasil diungkap polisi.
Polsek Pulogadung bersama tim Resmob dan Jatanras Polres Metro Jakarta Timur menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora mengatakan, pengungkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait dua kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pulogadung.
“Kasus yang kami ungkap merupakan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di dua TKP. Para pelaku menggunakan senjata tajam dan kendaraan bermotor saat menjalankan aksinya,” kata Gomos, Rabu (23/9/2026).
Kasus pertama terjadi pada 11 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Bekasi Timur Raya, tepatnya di depan Slog Mabes Polri.
Dalam aksinya, komplotan tersebut disebut berjumlah empat orang dan menggunakan dua sepeda motor. Salah seorang pelaku diduga mengacungkan celurit kepada korban.
Berbeda dengan kasus kedua, aksi pada 31 Juli 2026 di sekitar Sebasa Mabes Polri disertai kekerasan fisik terhadap korban.
Korban bernama Nahrowi mengalami tiga luka akibat bacokan. Luka tersebut berada di bagian bahu kiri belakang, lengan kanan yang mendapat tujuh jahitan, serta bahu kanan yang mendapat empat jahitan.
“Korban kemudian dibawa dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Persahabatan Pulogadung,” ujar Gomos.
Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain celurit, dua kendaraan roda dua, celana dan jaket yang diduga berkaitan dengan aksi para pelaku.
Berkumpul di BKT Sebelum Beraksi
Polisi mengungkap kelompok tersebut diduga telah mempersiapkan aksi sebelum mencari korban.
Menurut keterangan sementara yang diperoleh penyidik, para pelaku berkumpul terlebih dahulu di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), wilayah perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi.
Mereka kemudian bergerak sekitar pukul 03.00 WIB untuk mencari korban secara acak.
“Para pelaku berkumpul terlebih dahulu di suatu tempat, kemudian sekitar pukul 03.00 WIB mereka mencari mangsa secara acak. Jumlahnya empat orang dengan menggunakan dua kendaraan bermotor,” jelasnya.
Dari pemeriksaan sementara, para pelaku juga mengaku telah melakukan empat aksi pencurian dengan kekerasan.
Dua aksi disebut terjadi di wilayah Bekasi, sedangkan dua lainnya berada di wilayah Pulogadung.
Polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan apakah kelompok itu terlibat dalam tindak pidana lainnya.
Sementara itu, satu pelaku yang belum tertangkap masih dalam pengejaran. Polisi menyatakan proses penyelidikan dan pengembangan perkara terus dilakukan untuk mengungkap seluruh anggota komplotan tersebut.
“Untuk satu pelaku lainnya masih DPO dan masih dalam pengembangan. Kami masih melakukan pengejaran,” kata Kompol Gomos.
- Penulis : S Erfan Nurali
- Editor : Redaksi













