banner 200x800
banner 200x800
Ekonomi & Bisnis

Buky Wibawa Resmi Pimpin HKTI Jawa Barat 2026–2031, Siap Tancap Gas Lewat Tiga Program Strategis untuk Petani

457
×

Buky Wibawa Resmi Pimpin HKTI Jawa Barat 2026–2031, Siap Tancap Gas Lewat Tiga Program Strategis untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Berita-24today.co.id || Bandung – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Jawa Barat resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Bandung, Senin (15/6), Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si. terpilih sebagai Ketua DPD HKTI Jawa Barat masa bakti 2026–2031.

Terpilihnya Buky menjadi momentum penting bagi organisasi petani terbesar di Jawa Barat dalam memperkuat peran strategis HKTI untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas akses pasar, serta mendorong transformasi pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Example 300x600

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Barat dinilai membutuhkan organisasi petani yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi petani saat ini, mulai dari persoalan pupuk, harga komoditas, hingga regenerasi petani.

Tiga Program Cepat untuk Pertanian Jawa Barat

Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai ketua, Buky menegaskan bahwa kepengurusan baru HKTI Jawa Barat tidak akan menunggu lama untuk bekerja. Ia langsung meluncurkan tiga program prioritas yang akan menjadi fondasi gerak organisasi selama lima tahun ke depan, yakni Tani Sejahtera, Tani Cerdas, dan Tani Berkelanjutan.

“Kita masih harus bekerja lebih keras lagi. HKTI Jawa Barat akan bergerak melalui tiga program kerja cepat, yaitu Tani Sejahtera, Tani Cerdas, dan Tani Berkelanjutan,” ujar Buky.

Program Tani Sejahtera difokuskan pada pengawalan ketersediaan pupuk, stabilitas harga, serta penguatan akses pasar agar petani memperoleh keuntungan yang lebih adil dan layak.

Sementara itu, Tani Cerdas diarahkan untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian. Melalui program ini, petani diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan platform digital guna memperluas jaringan pemasaran hasil panen secara lebih efektif dan menguntungkan.

Adapun Tani Berkelanjutan menitikberatkan pada perlindungan lahan pertanian produktif sekaligus mendorong lahirnya generasi baru petani muda yang siap mengembangkan sektor pertanian di masa depan.

“Kita harus menjaga lahan pertanian dan menarik anak muda ke sawah. Bertani harus menjadi sesuatu yang keren, modern, dan membanggakan,” tegasnya.

Menghidupkan Filosofi Sunda dalam Gerakan Organisasi

Selain menyiapkan agenda kerja strategis, Buky juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menjadikan nilai-nilai kearifan lokal Sunda sebagai fondasi dalam membangun organisasi.

Menurutnya, filosofi silih asah, silih asih, silih asuh sangat relevan untuk memperkuat solidaritas dan pemberdayaan petani di Jawa Barat.

“Melalui silih asah kita saling berbagi ilmu, melalui silih asih kita saling peduli dan menyayangi sesama, serta melalui silih asuh kita membimbing petani kecil agar bisa naik kelas dan semakin mandiri,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan pertanian tidak bisa dicapai sendiri. Karena itu, HKTI Jawa Barat akan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas pertanian, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Dengan semangat gotong royong, insyaallah petani Jawa Barat semakin sejahtera dan Jawa Barat semakin istimewa,” ujarnya.

Didukung Formatur dan 27 DPC Se-Jawa Barat

Proses penetapan Buky berlangsung melalui mekanisme Musda yang dihadiri perwakilan dari 27 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Jawa Barat. Dalam menjalankan proses penyusunan kepengurusan, Buky didampingi tim formatur yang terdiri atas perwakilan DPC HKTI Kabupaten Subang, DPC HKTI Kabupaten Bogor, serta dua perwakilan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI.

Kehadiran seluruh DPC dinilai menjadi cerminan soliditas organisasi yang siap memasuki fase baru penguatan kelembagaan dan program kerja.

DPN HKTI: Jangan Hanya Eksis di Atas Kertas

Ketua Harian I DPN HKTI, Bachtiar Utomo, mengapresiasi kekompakan seluruh jajaran HKTI Jawa Barat yang hadir dalam Musda tersebut. Menurutnya, persatuan organisasi merupakan modal utama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi petani.

“Harapan kita bersama, dengan semakin bersatunya HKTI, organisasi ini akan menjadi lebih solid, lebih kuat, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” ujar Bachtiar.

Ia menekankan bahwa HKTI harus hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi petani.

“HKTI harus benar-benar eksis, bukan hanya di atas kertas, tetapi turun langsung ke sawah bersama petani,” tegasnya.

Bachtiar optimistis HKTI Jawa Barat dapat menjadi salah satu motor penggerak utama organisasi di tingkat nasional. Dengan posisi Jawa Barat sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar dan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, peran HKTI dinilai sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Harapan kita bersama adalah membangun DPD HKTI Jawa Barat menjadi organisasi yang kuat, maju, dan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan petani serta pembangunan pertanian nasional,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru dan tiga program prioritas yang langsung menyasar kebutuhan petani, HKTI Jawa Barat kini memikul harapan besar untuk menghadirkan perubahan nyata. Dari penguatan kesejahteraan, percepatan digitalisasi, hingga regenerasi petani muda, organisasi ini menargetkan lahirnya pertanian Jawa Barat yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan.

Sumber : Tabloidsinartani.com

Editor : S Erfan Nurali

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *