Berita-24today.co.id || GARUT – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Hj. Marlinda Siti Hana, M.K.M., secara resmi melepas delapan siswa-siswi Sekolah Rakyat asal Kabupaten Garut untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (4/8/2026).
Delapan peserta didik tersebut berasal dari Kecamatan Banyuresmi, Banjarwangi, dan Cisurupan. Mereka akan melanjutkan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui Program Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu Desil 1 dan Desil 2.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Garut, para Kepala Bidang Dinas Sosial, unsur Forkopimcam, para kepala desa asal siswa, serta orang tua yang turut mengantar putra-putrinya menuju masa depan yang lebih baik.
Dalam wawancara kepada awak Media, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Hj. Marlinda Siti Hana, M.K.M., menyampaikan bahwa para siswa akan langsung diterima oleh Pemerintah setibanya di Sekolah Rakyat Soreang.
“Kami mengantarkan anak-anak dari Garut untuk mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Soreang. Kami berharap mereka dapat beradaptasi dengan baik serta semangat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan,” ujarnya.
Marlinda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut tidak akan melepas begitu saja para peserta didik tersebut. Dinas Sosial bersama keluarga siswa berencana melakukan kunjungan sekitar satu bulan setelah mereka berada di Sekolah Rakyat guna memastikan seluruh kebutuhan mereka terpenuhi.
“Kami akan datang melihat langsung kondisi anak-anak di sana bersama orang tuanya. Kami ingin memastikan mereka sehat, nyaman, tempat tidurnya layak, lingkungan belajarnya baik, dan mereka merasa betah menjalani pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan dasar siswa selama mengikuti Program Sekolah Rakyat menjadi perhatian pemerintah, mulai dari kesehatan, tempat tinggal, konsumsi, hingga proses pendidikan yang akan ditempuh.
“Awalnya kami berencana kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di eks BLK. Namun hingga saat ini surat dari Sekretaris Jenderal belum diterbitkan sehingga kami masih menunggu keputusan tersebut. Apabila nantinya sudah diperbolehkan, tentu penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Garut akan segera kami siapkan,” jelasnya.
Sementara itu, siswa Program Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP yang telah diberangkatkan sebelumnya masih menjalani proses belajar di Sekolah Rakyat Sumedang sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah pusat.
Menurut Marlinda, antusiasme masyarakat Garut terhadap Program Sekolah Rakyat sangat tinggi. Namun pada tahun ini kuota yang diterima Kabupaten Garut masih sangat terbatas.
“Untuk jenjang SD dan SMP kemarin sebenarnya sangat banyak yang ingin ikut. Akan tetapi Kabupaten Garut hanya mendapatkan kuota sebanyak 30 siswa di Sekolah Rakyat Sumedang. Mudah-mudahan tahun depan kuotanya bisa bertambah sehingga semakin banyak anak-anak Garut yang memperoleh kesempatan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menjamin keberlangsungan pendidikan peserta didik hingga ke jenjang perguruan tinggi.
“Bahkan rumah orang tua dari anak-anak Sekolah Rakyat nantinya juga akan mendapat perhatian melalui program pemerintah. Seluruh biaya pendidikan anak-anak ini ditanggung negara, mulai dari sekolah hingga nanti apabila melanjutkan ke perguruan tinggi,” tutur Marlinda.
Ia berharap seluruh peserta didik asal Kabupaten Garut mampu menjaga kesehatan, disiplin, dan semangat belajar selama berada di Sekolah Rakyat.
“Saya berharap anak-anak Garut tetap sehat, bahagia, semangat menuntut ilmu, serta mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan. Pemerintah Kabupaten Garut akan terus berupaya memfasilitasi mereka, termasuk memberikan kesempatan kepada orang tua untuk melihat kondisi anak-anaknya di Sekolah Rakyat. Mudah-mudahan program ini menjadi jalan bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
- Penulis : Rus
- Editor : S Erfan Nurali













