banner 728x250
Kasus  

Pedagang Eks Pasar Taman Puring Kecewa, Tagih Janji Revitalisasi dari Gubernur DKI

IMG 20260803 WA0112
banner 468x60

Berita-24today.co.id || Jakarta — Harapan ratusan pedagang eks Pasar Taman Puring untuk kembali berjualan di pasar yang direvitalisasi mulai memudar. Mereka mengaku kecewa setelah beredar informasi bahwa kawasan bekas pasar yang terbakar itu akan dialihfungsikan menjadi taman difabel pada 2027.

Bagi para pedagang, rencana tersebut dinilai bertolak belakang dengan janji yang sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyebut Pasar Taman Puring akan dibangun kembali sebagai pasar rakyat.

Example 300x600

IMG 20260803 WA0115

Perwakilan pedagang, Januar, mengatakan para pedagang hanya meminta pemerintah menepati komitmen yang pernah disampaikan kepada publik.

“Kami memohon agar sesuai dengan janji Bapak Gubernur saat menyampaikan di media. Beliau mengatakan Pasar Taman Puring adalah pasar rakyat yang dibutuhkan masyarakat. Kami berharap janji itu bisa dipenuhi,” kata Januar.

Menurutnya, perubahan arah penataan kawasan membuat para pedagang kehilangan kepastian mengenai masa depan usaha mereka. Ratusan keluarga, kata dia, menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di Pasar Taman Puring.

“Kami merasa kecewa. Awalnya kami berharap pasar direvitalisasi, tetapi sekarang yang kami dengar justru akan dijadikan taman difabel. Kami tidak tahu kenapa bisa berubah seperti itu,” ujarnya.

Kekecewaan itu muncul setelah para pedagang berupaya bangkit dari musibah kebakaran yang melanda Pasar Taman Puring pada 28 Juli 2025. Peristiwa tersebut menghanguskan kios dan barang dagangan, memaksa para pedagang membuka lapak-lapak darurat di lokasi bekas kebakaran demi mempertahankan penghasilan.

IMG 20260803 WA0111

Kepala Pasar Taman Puring, H. Warman, mengatakan dampak kebakaran masih dirasakan hingga saat ini. Selain kehilangan seluruh barang dagangan, jumlah pembeli juga terus menurun.

“Barang kami habis semua saat kebakaran. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Lalu daya beli masyarakat juga menurun. Pengunjung ke Taman Puring sekarang jauh berkurang dibanding sebelum kebakaran,” katanya.

Menurut Warman, kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi pelaku UMKM yang selama puluhan tahun menggantungkan ekonomi keluarganya dari aktivitas perdagangan di kawasan itu.

IMG 20260803 WA0114

Ia juga mengaku hingga kini para pedagang belum memperoleh kepastian mengenai langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Meski sebelumnya aspirasi mereka sempat mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, para pedagang menilai belum ada tindak lanjut yang memberikan kepastian mengenai nasib mereka.

Dengan waktu yang semakin dekat menuju rencana penataan kawasan pada 2027, para pedagang menyatakan akan terus memperjuangkan agar Pasar Taman Puring tetap dibangun kembali sesuai rencana revitalisasi yang sebelumnya disampaikan pemerintah.

“Kami masih berharap pembangunan dilakukan sesuai janji awal. Kami butuh dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak yang bisa membantu kami,” ujar Warman.

Menurutnya, Pasar Taman Puring bukan sekadar lokasi berdagang, melainkan bagian dari sejarah Jakarta Selatan yang telah lama dikenal sebagai pusat perdagangan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

“Pasar Taman Puring ini pasar legendaris. Kami ingin pasar ini tetap bertahan. Kalau pemerintah ingin menata kawasan, silakan dikembangkan dan dikolaborasikan, tetapi jangan menghilangkan pedagang asli dan rakyat kecil yang mencari nafkah untuk keluarga mereka,” tuturnya.

Data pedagang menyebut lebih dari 500 pedagang terdampak kebakaran yang terjadi tahun lalu. Hingga kini mereka masih menanti kepastian mengenai pembangunan kembali pasar tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait aspirasi pedagang maupun mengenai kepastian rencana penataan kawasan Pasar Taman Puring pada 2027.

  • Penulis : S Erfan Nurali
  • Editor : Redaksi

Loading

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *