berita-24today.co.id || GARUT – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Parakan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Samarang, Kepala Desa Parakan, perangkat desa, serta masyarakat yang memanfaatkan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Hj. Yani Yuliani melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dicky Timor, S.Hut., M.P., mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin DKP yang terus digelar secara bergilir di berbagai wilayah Kabupaten Garut.
“Alhamdulillah, hari ini Gerakan Pangan Murah kembali dilaksanakan di Desa Parakan, Kecamatan Samarang. Program ini merupakan kegiatan rutin Dinas Ketahanan Pangan yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya bagi masyarakat di desa maupun kecamatan,” ujar Dicky.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 sasaran utama pelaksanaan GPM diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang masuk kategori rentan rawan pangan maupun daerah yang daya beli masyarakatnya relatif rendah.
Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menggunakan sistem mobile, sehingga tim DKP secara langsung mendatangi desa-desa dan kecamatan di seluruh Kabupaten Garut.
“Melalui Gerakan Pangan Murah, kami memberikan fasilitasi distribusi pangan sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Misalnya harga telur di pasaran sekitar Rp26.000 per kilogram, di GPM kami jual sekitar Rp24.000. Harapannya masyarakat bisa memperoleh pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, DKP menyediakan berbagai komoditas pangan penting yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat, di antaranya beras, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, dan tepung terigu.
Selain itu, pada daerah-daerah tertentu, terutama wilayah yang minim sentra pertanian sayuran, DKP juga membawa komoditas tambahan seperti sayuran segar, daging ayam, bawang merah, hingga cabai agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan secara lebih lengkap.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sebelum pelaksanaan kegiatan DKP terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa. DKP menyerahkan kupon kepada pemerintah desa yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Dengan sistem kupon ini kami berharap komoditas pangan yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah dapat dinikmati oleh masyarakat yang menjadi prioritas, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” ungkap Dicky.
Ia berharap keberadaan Gerakan Pangan Murah dapat membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan sekaligus menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.
“Kami berharap masyarakat bisa memperoleh pangan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain, program ini juga menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga pangan di pasaran,” katanya.
Dicky menambahkan, pelaksanaan GPM bersifat kondisional dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah. Daerah yang mengalami kenaikan harga pangan atau memiliki daya beli masyarakat yang rendah akan menjadi prioritas pelaksanaan program.
“Kalau melihat kondisi harga sedang naik atau daya beli masyarakat kurang, kami akan prioritaskan wilayah tersebut untuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.
Untuk tahun anggaran 2026, DKP Kabupaten Garut awalnya mengalokasikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak 12 kali melalui anggaran murni. Hingga saat ini, sebanyak 9 kegiatan telah terlaksana di berbagai wilayah Kabupaten Garut.
Namun demikian, melalui anggaran perubahan tahun 2026, DKP kembali memperoleh tambahan anggaran sehingga jumlah pelaksanaan GPM akan semakin ditingkatkan.
“Alhamdulillah pada anggaran perubahan kami mendapatkan tambahan alokasi sekitar 17 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Artinya, hingga Desember 2026 kami akan terus berkeliling ke desa-desa dan kecamatan di Kabupaten Garut untuk melaksanakan program ini,” terang Dicky.
Ia juga mengungkapkan bahwa desa maupun kecamatan yang ingin menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat mengajukan usulan secara resmi kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut.
“Prosedurnya cukup melalui usulan dari pemerintah desa atau kecamatan kepada kami. Setelah itu akan kami lakukan penjadwalan sesuai kondisi dan prioritas kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Garut berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah serta menjaga kestabilan harga komoditas di tengah dinamika pasar.(Rus)













