Berita-24today.co.id || Karanganyar – Suasana berbeda terasa di gelaran kegiatan karate di GOR Mini Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (23/5/2026). Dua agenda bergengsi diselenggarakan dalam satu waktu dan satu tempat, yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Cabang Olahraga Karate dan Kejurkab Karate Antar Pelajar Piala Ketua FORKI Cabang Karanganyar.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB petang ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispapora) Kabupaten Karanganyar, Bapak Yopi Eko Jati Wibowo. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pelaksanaan dua event sekaligus sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap perkembangan cabang olahraga karate di wilayah Karanganyar.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam memajukan olahraga, khususnya karate, sejak usia dini hingga jenjang pelajar,” ujar Yopi.
Sementara itu, Ketua FORKI (Federasi Olahraga Karate-do Indonesia) Cabang Karanganyar, Bapak Isworo, SE, melaporkan jumlah peserta yang mengikuti dua event tersebut. Untuk POPDA diikuti sebanyak 128 peserta, sedangkan Kejurkab diikuti 178 peserta.
“POPDA kami adakan untuk menyiapkan jenjang atlet menuju atlet profesional. Sementara Kejurkab arahnya lebih ke pembibitan dan pembinaan atlet karate sejak dini,” jelas Isworo.
Para peserta berasal dari berbagai perguruan dan dojo, antara lain DOJO KODIM 0727, The Best Warrior, INKAI Baturan, INKAI Gondangrejo, Arjuna Karate Dojo, Karangpandan Karate Team, MIM Gedongan Colomadu, dan Bushido Karate Dojo Colomadu.

Penampilan Menggemaskan dari Peserta TK (Taman Kanak-Kanak)
Yang menjadi sorotan dan membuat suasana hangat adalah keikutsertaan anak-anak usia TK. Dengan penuh antusiasme, mereka memperagakan gerakan-gerakan karate sederhana yang terlihat menggemaskan. Para juri pun tak kuasa menahan senyum, bahkan beberapa di antaranya mengaku dibuat gemas.
Meskipun tampak lelah, wajah-wajah mungil peserta TK itu tetap berseri-seri dan terlihat gembira sepanjang acara. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa minat terhadap karate telah tumbuh sejak usia dini.
Sukses dengan Kuota Terbatas
Panitia pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini terbilang sukses. Bahkan, minat calon peserta sebenarnya jauh lebih besar dari jumlah yang tampak saat ini. Namun, panitia sengaja membatasi kuota demi menjaga mutu dan kualitas even.
“Dari minat yang masuk, jumlahnya jauh melebihi kapasitas. Tapi kami batasi agar pelaksanaan tetap kondusif dan kualitas pertandingan bisa terjaga,” ungkap salah satu panitia.
Menutup rangkaian acara, panitia menyampaikan bahwa melihat tingginya antusiasme peserta dan masyarakat, pihaknya berencana untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di tahun depan dengan kondisi yang lebih baik lagi.
“Insya Allah tahun depan kita gelar lagi, lebih matang dan lebih meriah. Terima kasih untuk semua dukungannya,” pungkas perwakilan panitia.












