Berita-24today.co.id || GARUT, Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Tahun 2026 digelar di sejumlah titik Posyandu di Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada imunisasi anak usia 9 bulan hingga 59 bulan sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit campak di wilayah tersebut.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dengan lokasi pelaksanaan di Posyandu Panunjuk Asifa, Baros Lebak, Baros Tonggoh, dan Kayu Jati. Program ini melibatkan lintas sektor, di antaranya pihak Puskesmas Samarang, Pemerintah Kecamatan Samarang, aparat keamanan, serta kader kesehatan dan masyarakat setempat.
Kepala Puskesmas (Kapus) Samarang, dr.Hj.Yeyen Siti Permana, menjelaskan bahwa ORI merupakan upaya respons cepat pemerintah dalam menekan potensi kejadian luar biasa (KLB) campak, khususnya pada kelompok rentan seperti balita.
“Pelaksanaan ORI ini sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak terhadap campak. Kami terus berupaya menjangkau seluruh sasaran, meskipun masih terdapat beberapa kendala di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 103 sasaran balita, sebanyak 45 anak telah mendapatkan imunisasi vaksin campak. Sementara itu, 9 anak terpaksa ditunda karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan, 44 anak tidak hadir, dan 5 anak tercatat menolak imunisasi.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Samarang, Devi Zainal Mutaqin, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat.
“Sinergitas antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan kader Posyandu sangat penting. Kami akan terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar kesadaran imunisasi semakin meningkat,” kata Devi.
Dari unsur keamanan, anggota Polsek Samarang yang turut hadir melalui peran Bhabinkamtibmas memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus memberikan dukungan dalam pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Babinsa, tenaga kesehatan Puskesmas Samarang, TP-PKK Desa Sirnasari, serta kader Posyandu yang berperan aktif dalam pendataan, sosialisasi, hingga pelaksanaan imunisasi.
Adapun hasil sementara menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya lanjutan, terutama terhadap sasaran yang belum terjangkau. Pihak Puskesmas akan melakukan pemantauan kesehatan bagi anak yang ditunda imunisasinya, serta mengintensifkan promosi kesehatan (promkes) bagi orang tua yang masih ragu atau menolak.
“Bagi anak yang sedang sakit, akan kami pantau hingga kondisinya memungkinkan untuk diimunisasi. Sementara bagi yang belum hadir atau menolak, akan kami lakukan pendekatan edukatif agar mereka memahami pentingnya vaksinasi,” tambah Yeyen.
Dengan adanya kegiatan ORI ini, diharapkan cakupan imunisasi campak di wilayah Kecamatan Samarang dapat meningkat, sehingga mampu mencegah terjadinya penyebaran penyakit dan melindungi kesehatan anak-anak secara menyeluruh.
Penulis : Rus
Editor : S Erfan Nurali












